Selasa, 10 November 2015

Penderitaan




Penderitaan berasal dari kata “Derita”, menurut kamus besar bahasa Indonesia derita adalah sesuatu yang menyusahkan yang ditanggung dalam hati (seperti kesengsaraan, penyakit). Sedangkan penderitaan adalah  keadaan yang menyedihkan yang harus ditanggung; penanggungan. Manusia pada umumnya pasti pernah mengalami penderitaan. Contoh penderitaan manusia yang sedang hangat diberitakan saat ini adalah, kabut asap yang dialami sebagian masyarakat Indonesia khususnya daerah Palangkaraya dan Pekanbaru. Sudah 3 bulan kabut asap tersebut menyelimuti daerah itu. Menurut Kapolri kabut asap tersebut disebabkan oleh hasil pembakaran lahan hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Akibat udara kota Palangkaraya yang dinilai tidak sehat Bapedalda Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Moses Niko Demos menghimbau kepada warga agar tidak keluar pada pagi dan malam hari. Jika terpaksa harus keluar rumah, warga dihimbau untuk menggunakan masker penutup mulut dan hidung. Buruknya udara di kota Palangkaraya ini disebabkan oleh kabut asap tebal. Akibat ribuan hot spot atau titik api yang tersebar secara sporadis di Kalimantan Tengah. Sejauh ini jumlah pasien yang terserang infeksi saluran pernapasan akut atau Ispa dan diare akibat kabut asap, jumlahnya sudah lebih dari seribu orang.
Kabut asap juga masih menyelimuti sebagian besar wilayah Pekanbaru dan bahkan sudah menganggu aktivitas pelayaran di Pelabuhan Sungai Siak. Jarak pandang yang hanya sekitar 20 hingga 30 meter pada pagi hari, membuat beberapa kapal penumpang dan kapal barang menuju Kepulauan Riau, seperti Tanjung Pinang, Batam serta Tanjung Balai, Karimun menunda keberangkatan selama tiga jam. Dari pantauan satelit ENO AA di Dinas Kehutanan Provinsi Riau, tercatat terdapat 33 titik api yang tersebar di Kabupaten Kapar, Rokan Hilir serta Kabupaten lain di Provinsi Riau.
Selain itu para pelajar di Palangkaraya terpaksa harus diliburkan karena kabut asap yang sangat mengganggu. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palangkaraya, Norma Hikmah, kabut asap tersebut bisa menggangu peserta didik dan dapat mengakibatkan berbagai penyakit gangguan saluran pernapasan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palangkaraya sudah meliburkan sekolah sejak 10-16 September 2015, diperpanjang lagi 17-23 September 2015, dilanjutkan 25 September sampai 2 Oktober, dan kembali diperpanjang dari 3-6 Oktober 2015.
Dari contoh tersebut, penderitaan sangatlah menyedihkan dan merugikan bagi yang mengalaminya. Waktu bisa terbuang sia-sia dan terbatasnya aktivitas yang bisa dilakukan akibat kabut asap yang melanda daerah tersebut. Peran pemerintah menjadi satu-satunya yang dapat menolong masyarakat yang mengalami penderitaan tersebut. Sangat diharapkan pemerintah dapat segera melakukan tindakan dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
                 http://www.indosiar.com/fokus/kabut-asap-selimuti-palangkaraya-dan-pekanbaru_28664.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar